Berikut ini adalah laporan data SMA/MA/SMK yang melakukan pengajuan revisi data peserta UN :

  1. SMAN 1 Patimuan                                           = edit 1 nama
  2. MAN Cilacap                                                      = edit 1 nama
  3. SMAN 1 Kampunglaut                                    = edit 7 nama + tambah 1 nama
  4. SMA Muhammadiyah Kedungreja           = edit 1 nama
  5. SMKN  Karangpucung                                    = edit 2 nama
  6. SMAN 1 Cilacap                                                 = Hapus 1 nama
  7. SMA Muhammadiyah Sampang                                = edit kode ujian.
  8. SMK Tamtama Kroya                                      = edit 3 nama
  9. SMK Boedi Utomo Cilacap                            = Hapus 4 nama
  10. SMK Taman Siswa Cilacap                             = Edit 1 nama
  11. SMAN 1 Jeruklegi                                             = hapus 1 nama
  12. SMAN 1 Majenang dan SMAN 1 Kampung laut   = Edit data Kepala Sekolah
  13. SMK Makmur 1 Cilacap                                  = tambah 1 nama
  14. SMA Muhammadiyah Kedungreja           = edit 1 nama
  15. SMK YPE Kroya                                                  = edit 4 nama
  16. SMA Yos Sudarso Cilacap                              = edit 1 nama
  17. SMA Nusantara Kesugihan                          = edit 2 nama

Mohon untuk dapat di cek kembali, terima kasih.

BR
ukaclp

Oleh: pdkclp | 12 Februari 2010

Pemberitahuan Pendataan UN dan UASBN

PEMBERITAHUAN

Berdasarkan surat dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah No. 423.7/01376 tanggal 11 Februari 2010 tentang Pendataan UN dan UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010, terdapat hal-hal yang harus kami sampaikan sbb:

  1. Tatakala Pencetakan dan Distribusi KPUN dan KPUASBN pada masing-masing tanggal berikut:
    1. KPUN SMP dan Sederajat
      1. i.      Validasi Data             : 9 Maret 2010 s.d 15 Maret 2010
      2. ii.      Pencetakan               : 17 Maret 2010 s.d. 23 Maret 2010
      3. iii.      Distribusi                    : 24 Maret 2010 s.d 27 Maret 2010
  2. KPUN SMK, SMA dan Sederajat
    1. i.      Validasi Data             : 1 Maret 2010 s.d  8 Maret 2010
    2. ii.      Pencetakan               : 8 Maret 2010 s.d. 17 Maret 2010
    3. iii.      Distribusi                    : 18 Maret 2010 s.d 20 Maret 2010
  3. KPUASBN SD dan Sederajat
    1. i.      Validasi Data             :   s.d  18 April  2010
    2. ii.      Pencetakan               : 20 April  2010 s.d. 29 April  2010
    3. iii.      Distribusi                    : 30 April  2010 s.d 3 Mei  2010

(Pada Validasi data, Disdikpora Cilacap memberikan batas waktu H-2 sebelum batas akhir yang diberikan oleh Dinpendik Jateng)

  1. Revisi (Edit nama/Pengurangan/Penambahan) Daftar Nominatif Tetap (DNT) UN dan UASBN dapat dilakukan dengan prosedur pengiriman surat resmi dari sekolah dengan inti surat adalah sbb: a) Nama Sekolah, b) Kode Ujian Sekolah [03-09-xxx] atau [03-42-xxx] untuk SD, c) Nama Operator Sekolah/Penganggung Jawab data siswa peserta UN / UASBN, d) No. Telp. Operator Sekolah/Penganggung Jawab data siswa peserta UN / UASBN.
  2. Untuk lebih memudahkan koodinasi silahkan untuk dapat mengisikan nomor telepon penanggungjawab data siswa peserta UN dan UASBN pada BioSystem Online.
  3. Username dan Password BioSystem Online untuk seluruh user sekolah dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK telah mengalami perubahan per tanggal 11 Februari 2010. Dengan username [jenjang_KoderayonKodesekolah] à [sd_09001] / [sd_42001] / [smp_09001] / [sma_09001] / [smk_09001] dengan password adalah NPSN masing-masing dari sekolah. Jika NPSN belum terisikan, silahkan untuk dapat menghubungi Operator Pendataan UN dan UASBN Disdikpora Kab. Cilacap.
  4. Pelayanan Pendataan akan dilayani dari pukul 09.00 WIB s.d 15.00 WIB dan istirahat pukul 12.00 s.d 13.00 WIB. Diluar jam tersebut mohon maaf, kami belum bias melayani. Sedangkan untuk pertanyaan via e-mail dapat dikirim ke [kk_datadik.pdkclp@yahoo.co.id] atau telp kantor 0282-542797 atau telp ruang 0282-5532190 (dimohon untuk tidak menghubungi no telp pribadi operator disdikpora kabupaten)

Demikian pemberitahuan dari kami, harap maklum adanya. Terima kasih.

Hormat kami,

TIM Pendataan UN dan UASBN Disdikpora Kab. Cilacap

Oleh: pdkclp | 4 Februari 2010

EDIT DNS

kami masih melayani edit DNS, asalkan sesuai dengan prosedur

BR

ukaclp

Oleh: pdkclp | 25 Januari 2010

Revisi DNS

Dengan hormat,

Dengan ini kami sampaikan kepada sekolah yang akan melakukan perbaikan DNS (Perbaikan Nama, Dll, serta Penambahan dan Pengurangan siswa) untuk dapat mengajukan surat resmi ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga. dengan point penting sbb:

Nama  Sekolah  :

Kode Ujian         : 03-09-xxx

Nama Operator/Penanggung jawab data:

No. Telp/HP     :

Nama siswa dan NIS atau No. Peserta Ujian: yang akan di hapus atau ditambah.

data kami tunggu sampai dengan hari ini ( senin, 25-01-2010) jam 17.30 <tdk lebih dari jam segitu>

Demikian informasi ini kami sampaikan untuk dapat disebarluaskan kepada pihak2 yang berkepentingan.

terima kasih

OP. Pendataan UN dan UASBN

(tanpa mengurangi rasa hormat kami, dimohon untuk tidak telp dan sms ke no. pribadi operator, terima kasih)

Oleh: pdkclp | 18 Januari 2010

Revisi DNS SMP, SMA, SMK

DAFTAR NOMINATIF SEMENETARA (DNS)

UJIAN NASIONAL (UN) DAPAT DI AMBIL DI : - DIKDAS –> SMP , DISTRIBUSI KOMDA MASING2 - DIKMEN –> SMA DAN SMK VALIDASI DNS KAMI TUNGGU 1X24 JAM SETELAH DNS DITERIMA OLEH SEKOLAH.

1) DNS YANG BENAR CAP DAN TANDA TANGAN KEPSEK/PENYELENGGARA;

2) DNS YANG SALAH DIPERBAIKI LANGSUNG PADA DNS DENGAN TINTA WARNA MERAH TIDAK DI CAP DAN TANDA TANGAN, MOHON DIKETIK KOMPUTER SISWA YANG SALAH SAJA (TERTULIS DI DNS APA, SEHARUSNYA APA) CAP DAN TTD KEPSEK/PENYELENGGARA. (untuk komparasi database)

PELAYANAN RUANG DATADIK:

LANGSUNG DAN TELPON JAM 09.00 s.d 00.00 ++  ISTIRAHAT JAM 12.00-13.00 dan 17.30-20.00 WIB – > 0282-5532190 ( call only )

Dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf untuk tidak telp dan sms mengenai pendataan UN dan UASBN ke no pribadi operator kabupaten TERIMA KASIH

Oleh: pdkclp | 12 Januari 2010

Mohon cek NISN dan Jenis Kelamin

mohon untuk bisa melakukan cek data NISN dan jenis kelamin, berikut log bagi sekolah yang masih harus di betulkan pada kolom tersebut :

SMK Dr. Soetomo 2 Cilacap = kelamin
SMK LPPM RI Taruna 45 Patimuan = nisn
SMK Muhammadiyah Kroya = nisn
SMK Tamtama 2 Sidareja = kel/nisn
SMK Tamtama Kroya = nisn/kel
SMK Tunas Bangsa Wanareja = nisn
SMK YPE CILACAP = nisn
SMK Yos Sudarso Kawunganten = nisn/paralel/kel
SMK Darussalam Karangpucung = kel
SMK MA’ARIF NU KEDUNGREJA = kel

SMK Dr. Soetomo 2 Cilacap = kelaminSMK LPPM RI Taruna 45 Patimuan = nisnSMK Muhammadiyah Kroya = nisnSMK Tamtama 2 Sidareja = kel/nisnSMK Tamtama Kroya = nisn/kelSMK Tunas Bangsa Wanareja = nisnSMK YPE CILACAP = nisnSMK Yos Sudarso Kawunganten = nisn/paralel/kelSMK Darussalam Karangpucung = kelSMK MA’ARIF NU KEDUNGREJA = kel

bagi yang belum punya NISN harap menghubungi langsung ke kantor untuk b isa mendapatkan NISN.

terima kasih

BR

ukaclp

Oleh: pdkclp | 12 Januari 2010

info pendataan UN dan UASBN

INFORMASI PENTING

Apabila ada perubahan KODE SEKOLAH pada data sekolah tertentu,
Diwajibkan melakukan pengecekan data siswa yang tidak lulus terlebih dahulu dari DATA UJIAN NASIONAL tahun 2008/2009 atau tahun sebelumnya.


:: Disarankan menggunakan Input Metode 1 (Vertikal) ::


Hari ini, Senin 11 Januari 2010 data SMP, SMA sederajat dan SMK akan dibuka untuk penyempurnaan data pada
pukul 09:00 WIB. Periksa kembali kondisi data (terutama NISN dan jenis kelamin melalui http://data.pdkjateng.go.id/rekap )


Penutupan pendataan kelas akhir SMP, SMA sederajat dan SMK secara total dilaksanakan
pada hari Rabu tanggal 13 Januari 2010 pukul 08:00 WIB.

Setelah penutupan total pendataan kelas akhir SMP-SMA-SMK sederajat tersebut, proses cetak DNS UN dimulai.
Diharapkan pada tanggal 15 Januari 2010 DNS UN sudah dapat didistribusikan.


Pendataan kelas akhir jenjang SD dan sederajat masih dapat dilangsungkan sampai tanggal 17 Januari 2010.
Sedangkan pendataan kelas diluar kelas akhir di semua jenjang masih dapat dilaksanakan.

CILACAP – Terhitung mulai bulan Januari tahun 2010, Pemkab Cilacap akan melakukan ujicoba penerapan 5 hari kerja dilingkungan pemerintah Kabupaten Cilacap.
Hal tersebut didasari dengan Peraturan Bupati Cilacap No. 74 Tahun 2009 dan Surat Edaran Bupati Cilacap No 061.2/1873/34 tanggal 7 desember perihal pelaksanaan uji voba penerapan 5 (lima) hari kerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, yang menyatakan bahwa terhitung mulai tanggal 2 januari 2010 akan dilaksanakan Uji Coba Penerapan 5 Hari Kerja dalam satu minggu.
Menurut Kepala BKD Cilacap, Drs. Sutarjo, MM, salah satu yang melatar belakangi diambilnya kebijakan lima hari kerja adalah snkronisasi dengan instansi baik ditingkat pusat, propinsi maupun daerah yang melaksanakan 5 hari kerja. Perbedaan itu mengakibatkan kendala bagi SKPD yang ada dilingkungan Pemkab Cilacap dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas.
Lebih lanjut Sutarjo mengharapkan dengan penerapaan 5 hari kerja di lingkungan Pemkab Cilacap akan berimplikasi kepada efisiensi, efektivitas, efisiensi dan produktifitas kerja aparatur dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Disamping itu, diharapkan juga dengan 5 hari kerja akan dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai dengan memberikan istirahat yang cukup pada hari Sabtu dan Minggu atau untuk melaksanakan kegiatan produktif yang sifatnya pribadi diluar kedinasan.
Dijelaskan oleh Sutarjo, bahwa pelaksanaan uji coba penerapan 5 hari kerja dalam satu minggu akan dimulai pada tanggal 2 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010, dengan ketentuan kerja mulai hari Senin sampai dengan Jumat, dengan jumlah jam kerja efektif dalam satu minggu secara kumulatif adalah 37 jam 30 menit. Oleh karena itu, lanjut Sutarjo, dalam satu minggu itu akan diatur pelaksanaannya yaitu hari Senin sampai dengan Kamis dimulai pada pukul 07.15 dan berakhir pada pukul 15.45 WIB. Sementara pada hari Jumat, pegawai akan masuk kerja pukul 07.00 dan berakhir jam kerjanya pada pukul 11.00 WIB.
“Untuk hari Krida olah raga yang selama ini dilaksanakan hari Sabtu, diganti pada hari jumat pukul 07.00 – 07.30″ lanjut Sutarjo.(rgp-humas)

Oleh: pdkclp | 16 Desember 2009

Mendiknas: UN Tetap Jalan

Jakarta, Senin (14 Desember 2009) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010 akan tetap berjalan.

Hal tersebut disampaikan Mendiknas usai membuka Seminar Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca Tahun 2009 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Senin (14/12/2009).

Mendiknas menyampaikan sejarah mengenai UN. Mendiknas menuturkan, sebelum Indonesia merdeka sampai dengan tahun 1972 ada ujian negara yaitu satu ujian secara nasional yang menyelenggarakan negara. Mendiknas menyebutkan, pada saat itu tingkat kelulusan antara 30 – 40 persen. Sejalan dengan itu, lanjut Mendiknas, pada tahun 1969 dimulai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), yang salah satu programnya adalah menaikkan angka partisipasi kasar (APK). “Yaitu mendorong anak – anak supaya dia bisa melanjutkan sekolah. Oleh karena itu dibangun SD Inpres. SD yang didasarkan atas instruksi presiden supaya dia bisa masuk ke sekolah,” katanya.

Lebih lanjut Mendiknas menjelaskan, karena jumlah siswa yang tidak lulus banyak di ujian negara maka kesempatan orang bersekolah menjadi terbatas. “Melihat kondisi itu, kemudian dibuat kebijakan baru ujian sekolah yaitu kelulusannya diserahkan kepada sekolah,” katanya.

Mendiknas mengatakan, kebijakan yang kemudian diterapkan selama 20 tahun ini berdampak siswa lulus semua. “100 persen semuanya lulus. Oleh karena itu muncul yang namanya Ebtanas,” ujarnya.

Mendiknas menyebutkan, Ebtanas adalah kombinasi antara ujian negara dengan  ujian sekolah. Pada Ebtanas nilai siswa ditentukan menggunakan rumus PQR yaitu gabungan dari nilai rapor, ujian sekolah, dan ujian nasional. “Hasilnya ternyata ujian yang diselenggarakan oleh nasional tadi itu dengan ujian yang diselenggarakan oleh sekolah ada gap yang luar biasa dan akibatnya juga lulus semua,” katanya.

Mendiknas mencontohkan, pada mata pelajaran yang sama seorang siswa yang diuji secara nasional mendapatkan nilai tiga, tetapi di ujian sekolah mendapatkan nilai delapan. “Jadi tadi itu mulai murni negara sudah, ditambah lagi murni sekolah juga sudah, dikombinasi dengan ujian sekolah juga sudah. Nah sekarang ini mata pelajarannya tertentu saja yang diuji oleh negara, yang lain sekolah yang menentukan,” katanya.

“Jadi apa yang diperdebatkan oleh orang – orang sekarang serahkan kepada sekolah itu sudah dilakukan tahun 1972 dulu. Hasilnya jeblok, lulus semua. Munculah yang namanya seratus persenisasi. Lho kok sekarang mau ditarik lagi berarti kembali kepada (tahun) 1972 yang lalu,” kata Mendiknas.

Mendiknas mengimbau kepada peserta didik untuk siap menghadapi ujian dan tidak terjebak pada perbedaan – perbedaan pendapat. “Orang yang paling baik adalah orang yang paling siap. Oleh karena itu, tugas utama guru mengajar, tugas utama murid adalah belajar. Kalau kita sudah siap, diuji oleh siapapun tidak ada masalah,” katanya.

Mendiknas mendorong supaya siswa tahan banting dan mempunyai semangat yang tinggi. “Bagi saya tidak perlu dipertentangkan antara apakah itu pemetaan dan kelulusan,” ujarnya.

Terkait usul untuk menjadikan UN hanya sebagai standar, Mendiknas mengatakan, kalau hanya dijadikan standar tidak melekat pada nilai itu pada orang per orang maka bisa menjadi bias lagi. “Sampeyan ujian negara, tidak saya pakai untuk menentukan kelulusan. Sampeyan akan menjawab sembarang ya kan? Wong nda menentukan, nda ada apa – apa nya. Berarti akan ada bias lagi. Kenapa harus kita kontroversikan? jauh lebih baik, sudah disamping untuk mementukan (kelulusan) juga untuk standar,” ujarnya kepada media.***


Sumber: Pers Depdiknas

Jakarta, Selasa (1 Desember 2009) — Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan, pemerintah akan memberikan tambahan penghasilan bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) yang belum mendapatkan tunjangan profesi sebanyak Rp 250.000,00. Tambahan penghasilan yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2009 ini diberikan terhitung mulai 1 Januari 2009.

“Dengan keluarnya peraturan presiden itu, syukur Alhamdulillah penghasilan guru terendah dapat mencapai sekurang – kurangnya 2.000.000 rupiah per bulan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara Puncak Peringatan  Hari Guru Nasional Tahun 2009 dan HUT Ke-64 PGRI di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).

Presiden menyebutkan saat ini terdapat sekitar 2,1 juta guru di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan sekitar 400.000 guru di lingkungan Departemen Agama yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi. Kebijakan pemberian tambahan penghasilan ini, kata Presiden, adalah sebagai penghargaan pemerintah terhadap profesi guru dan tindak lanjut dari pidato kenegaraan yang disampaikan di depan Sidang Paripurna DPR RI pada 15 Agustus 2009 yang lalu.

Presiden mengatakan, sebagian dari anggaran pendidikan yang besar di tahun 2009 telah dialokasikan antara lain untuk mengangkat martabat guru dan dosen, meningkatkan kompetensi guru dan dosen,  memajukan profesi, memberikan perlindungan hukum dan profesi, serta untuk perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja para guru. “Anggaran yang besar itu juga telah dialokasikan untuk mengurangi kesenjangan ketersediaan guru dan dosen antar daerah dari segi jumlah, mutu, kualifikasi akademik, dan juga kompetensi,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah telah memberikan berbagai tunjangan. Presiden menyebutkan, hingga saat ini pemerintah telah membayarkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok kepada lebih dari 350.000 orang guru. “Pada 2009 ini, pemerintah juga telah menetapkan sasaran pemberian subsidi tunjangan fungsional kepada sekitar 478.000 orang guru bukan PNS,” katanya.

Presiden menyebutkan, pemerintah juga telah memberikan bantuan kesejahteraan kepada lebih dari 30.000 orang guru yang bertugas di daerah terpencil. “Ke depan, pemerintah bertekad untuk melanjutkan berbagai upaya dalam pengembangan profesi guru agar dapat meningkatkan empat dimensi pendidikan yaitu pendidikan berdimensi keimanan, keilmuan, keterampilan, dan pengembangan kepribadian,” katanya.

Presiden menambahkan, pemerintah juga memberikan perhatian yang besar pada upaya peningkatan kualifikasi bagi para guru setara S1 dan D4 dengan cara memberikan beasiswa. “Insya Allah dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama guru kita telah memenuhi semua sertifikasi pendidik sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Kehadiran para guru dan dosen yang makin profesional Insya Allah akan mengakselerasi terbentuknya masyarakat yang maju di negeri kita,” ujarnya.***

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.