Oleh: pdkclp | 17 November 2009

Mendiknas Paparkan Program 100 Hari Kerja

Jakarta, Jumat (6 November 2009) — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh memaparkan program 100 hari kerja. Sesuai arahan Presiden dan kontrak kerja, serta mengacu pada program kerja tahun 2009 – 2010 sasaran program ini adalah pada program yang berdampak besar dan dapat diselesaikan dengan segera.

Program pertama, kata Mendiknas, adalah menyediakan internet secara massal di sekolah. “Januari (2010) ditarget ada 17.500 sekolah harus tersambung internet,” katanya saat memberikan keterangan pers di Depdiknas, Jakarta, Jumat (6/11/2009).

Program kedua, lanjut Mendiknas, adalah melakukan penguatan kemampuan kepala dan pengawas sekolah melalui pelatihan bagi 30.000 kepala/pengawas sekolah. Adapun program ketiga adalah memberikan beasiswa bagi anak – anak lulusan SMA, SMK, dan MA yang kurang mampu, tetapi yang punya prestasi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri “Jumlah totalnya Insya Allah 20.000 untuk tahun akademik 2010 – 2011,” katanya.

Kemudian, Mendiknas mengatakan, program keempat adalah mengenai distribusi guru. Depdiknas, kata Mendiknas, akan mengeluarkan kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil. “Hari Senin kita akan mengundang kepala dinas – kepala dinas terutama yang ada di daerah perbatasan untuk duduk bersama membahas jumlah penduduk¬† yang ada di daerah perbatasan,” katanya.

Selanjutnya, Mendiknas menyampaikan, program kelima adalah menyusun dan menyempurnakan Rencana Strategis (Renstra) 2009 – 2014. Adapun program keenam adalah mengembangkan budaya dan karakter bangsa. Kemudian program ketujuh adalah mengembangkan metodologi belajar mengajar dan program kedelapan adalah membuat radmap sinergitas lembaga pendidikan (Depdiknas – Departemen Agama) dengan pengguna lulusan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan.

Selain memaparkan program 100 hari kerja, Mendiknas juga menyampaikan isu – isu strategis, yakni meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah, keterjangkauan pendidikan berkualitas untuk mengatasi gap yang disebabkan oleh kondisi geografis maupun ekonomis, meminimalisir diskriminasi pendidikan, pendidikan tinggi yang mnejawab tantangan global, dan reformasi birokrasi pendidikan.***


Sumber: Pers Depdiknas

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: